Apa Itu Tier dalam Data Center? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Dalam dunia bisnis modern yang semakin bergantung pada teknologi, keberadaan data center menjadi sangat penting untuk memastikan layanan digital berjalan lancar. Mulai dari penyimpanan data, hosting aplikasi, hingga mendukung layanan online, data center menjadi fondasi utama operasional perusahaan. Namun, tidak semua data center memiliki tingkat keandalan yang sama. Untuk membantu bisnis memilih infrastruktur yang sesuai, ada standar yang disebut tier data center. Memahami konsep ini akan membantu Anda menentukan tingkat keandalan, uptime, dan redundansi yang dibutuhkan demi menjaga keberlanjutan bisnis di tengah persaingan digital yang semakin ketat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Tier Data Center?

Tier dalam data center adalah sistem klasifikasi yang menunjukkan level keandalan, uptime, dan redundansi infrastruktur. Standar ini dikembangkan oleh Uptime Institute dan dibagi menjadi empat tingkatan: Tier 1 hingga Tier 4. Semakin tinggi tier, semakin tinggi pula tingkat keandalan dan semakin sedikit risiko downtime. Mari kita bahas satu per satu!

Mengapa Tier Itu Penting?

Tier membantu mengukur seberapa besar kemampuan data center untuk beroperasi tanpa gangguan (uptime) dan seberapa baik sistem tersebut menangani kegagalan perangkat atau pemeliharaan. Ini penting bagi bisnis yang mengandalkan ketersediaan data sepanjang waktu.

Penjelasan Tingkatan Tier Data Center

  • Tier 1: Basic Capacity
    Tier 1 adalah level paling dasar dari data center. Fasilitas ini biasanya hanya memiliki komponen dasar tanpa redundansi, artinya jika ada satu komponen yang rusak, seluruh sistem bisa terhenti. Tier 1 menawarkan uptime sekitar 99,671%, yang berarti kemungkinan downtime sekitar 28,8 jam per tahun. Tier ini cocok untuk bisnis kecil yang tidak terlalu bergantung pada server yang harus aktif 24/7.
  • Tier 2: Redundant Capacity
    Tier 2 lebih unggul karena memiliki beberapa komponen redundan, seperti cadangan daya dan pendinginan. Ini mengurangi risiko downtime jika ada komponen yang bermasalah. Uptime pada Tier 2 mencapai 99,741%, atau sekitar 22 jam downtime dalam setahun. Fasilitas ini menjadi pilihan yang tepat untuk bisnis menengah yang membutuhkan lebih banyak keandalan tetapi masih mempertimbangkan anggaran.
  • Tier 3: Concurrently Maintenable
    Tier 3 dirancang agar sistem dapat dipelihara tanpa mengganggu operasional. Artinya, saat satu jalur daya atau pendinginan sedang diperbaiki, jalur cadangan akan tetap berfungsi, sehingga layanan tetap berjalan. Uptime-nya mencapai 99,982%, dengan downtime sekitar 1,6 jam per tahun. Ini menjadi pilihan ideal bagi perusahaan yang tidak bisa mentoleransi gangguan layanan, seperti e-commerce atau layanan keuangan.
  • Tier 4: Fault Tolerant
    Tier 4 adalah tingkatan tertinggi dengan infrastruktur sepenuhnya redundan dan toleran terhadap kegagalan. Jika ada komponen yang rusak, sistem secara otomatis beralih ke komponen cadangan tanpa mengganggu layanan. Tingkat uptime mencapai 99,995%, yang berarti downtime hanya sekitar 26,3 menit dalam setahun. Tier ini cocok untuk perusahaan besar yang menangani data kritis secara nonstop, seperti penyedia layanan cloud atau institusi keuangan besar.
Tier 1 Tier 2 Tier 3 Tier 4
  1. Infrastruktur dasar dengan satu jalur distribusi non-redundan.
  2. Uptime sekitar 99,671% per tahun.
  3. Toleransi downtime maksimal 28 jam setiap tahun.
  4. Biasanya digunakan oleh perusahaan yang memiliki puset data internal.
  5. UPS digunakan sebagai sarana backup.
  1. Mirip dengan Tier 1, tetapi ditambah dengan komponen redundant.
  2. Dilengkapi dengan generator cadangan untuk mengatasi pemadaman listrik.
  3. Uptime sekitar 99,742% per tahun.
  4. Toleransi downtime maksimal 22 jam setiap tahun.
  5. Memiliki raised floor untuk mengatur kabel dan pendingin udara.
  1. Standar internasional dengan infrastruktur dan fasilitas yang lengkap.
  2. Dilengkapi dengan lebih dari satu sumber daya listrik dan jaringan.
  3. Uptime sekitar 99,982% per tahun.
  4. Toleransi downtime maksimal 1,6 jam setiap tahun.
  5. Sistem keamanan 24 jam dan tidak rentan terhadap bencana.
  1. Hampir sama dengan Tier 3, tetapi dengan toleransi downtime hanya 30 menit per tahun.
  2. Uptime sekitar 99,995% per tahun.
  3. Memiliki komponen redundant N+1 dan backup power.
  4. Dilengkapi dengan sistem jalur untul pengeluaran udara panas dan dingin.
  5. Sangat aman dan tidak rentan terhadap gangguan terencana atau tidak.

Bagaimana Memilih Tier yang Tepat untuk Bisnis Anda?

Memilih tier yang sesuai untuk bisnis adalah langkah penting untuk memastikan operasional tetap lancar dan terhindar dari gangguan yang tidak perlu. Yuk, kita bahas faktor-faktor utama yang perlu dipertimbangkan!

  1. Evaluasi Kebutuhan Uptime dan Toleransi terhadap Downtime
    Setiap bisnis punya kebutuhan uptime yang berbeda. Jika bisnis Anda bergantung pada layanan online nonstop, seperti e-commerce atau aplikasi layanan pelanggan, memilih tier yang menawarkan uptime tinggi sangat penting. Misalnya, Tier 3 atau Tier 4 yang menjamin waktu aktif hampir 100%. Tapi jika bisnis Anda lebih fleksibel terhadap downtime singkat, Tier 2 mungkin sudah cukup.
  2. Pertimbangan Anggaran dan Biaya Operasional
    Semakin tinggi tier, semakin besar pula biaya yang dibutuhkan. Penting untuk menyelaraskan kebutuhan bisnis dengan anggaran yang tersedia. Misalnya, Tier 4 memberikan perlindungan maksimal, tetapi biayanya lebih mahal. Jika bisnis Anda masih berkembang, Anda bisa mulai dengan Tier 2 atau Tier 3, lalu meningkatkan sesuai pertumbuhan.
  3. Skalabilitas dan Kebutuhan Masa Depan
    Bisnis yang berkembang membutuhkan infrastruktur yang bisa mengikuti pertumbuhan tersebut. Pastikan tier yang Anda pilih memungkinkan peningkatan kapasitas tanpa gangguan besar pada operasional. Dengan begitu, saat bisnis makin besar, Anda bisa beralih ke level yang lebih tinggi tanpa harus merombak seluruh sistem.

Baca juga : 5 Workload yang Membutuhkan Performa HCI untuk Hasil Optimal

Tier data center adalah standar penting yang membantu bisnis memahami tingkat keandalan dan ketersediaan layanan yang mereka dapatkan. Dengan memahami perbedaan setiap tingkatan, perusahaan dapat memilih infrastruktur yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dari segi keandalan maupun biaya. Pilihan yang tepat akan memastikan operasional bisnis tetap berjalan lancar, mendukung pertumbuhan, dan melindungi data penting dari risiko kehilangan akibat downtime yang tidak terduga. Dengan memahami tier data center, Anda bisa membuat keputusan yang lebih cerdas untuk masa depan bisnis Anda.

Pastikan bisnis Anda tetap berjalan tanpa hambatan dengan server andal dari Rainer Server! Rainer Server menyediakan infrastruktur berkualitas tinggi dengan tingkat keamanan, keandalan, dan redundansi terbaik untuk meminimalkan risiko downtime dan melindungi aset digital Anda. Kunjungi website kami atau hubungi kami sekarang dan temukan solusi terbaik untuk bisnis Anda!